Cara Mudah Budidaya Ikan Sapu-Sapu

Cara Mudah Budidaya Ikan Sapu-Sapu

Cara Mudah Budidaya Ikan Sapu-Sapu

Ikan sapu sapu yang dikenal sebagai ikan pemakan alga ini sudah biasa digunakan untuk ikan pembersih akuarium yang dalam perdagangan internasional dikenal dengan sebutan ikan pleco atau plecos.

Ikan sapu sapu ini bisa hidup dalam akuarium bersama dengan hampir semua jenis ikan lainnya baik ikan berukuran kecil atau besar. Namun, saat ikan ini sudah semakin besar hingga mencapai sekitar 60 cm, maka tidak akan terlalu aktif.

Selain menjadi ikan pembersih akuarium, ikan ini juga sering dipelihara sebagai ikan hias sehingga budidaya ikan jenis ini bisa dijadikan prospek yang bagus untuk berbisnis.

Tidak hanya itu, namun di beberapa daerah, ikan sapu sapu juga menjadi salah satu jenis ikan yang sering dikonsumsi sehingga semakin meluaskan pasar penjualannya. Bagi anda yang tertarik, berikut ini akan kami berikan beberapa cara budidaya ikan sapu sapu hias yang bisa anda gunakan sebagai referensi sebelum memulai budidaya jenis ikan ini.

Mengenal Sistem Reproduksi

Ikan sapu sapu hias ini akan mencapai usia matang gonad saat sudah berumur 3 tahun dengan ukuran setidaknya 8 cm. Ikan ini nantinya akan berkembangbias memakai sistem koloni dimana dalam setiap koloninya akan berjumlah beberapa ekor jantan dan jumlah betina yang 2 hingga 4 kali lebih banyak dari jumlah sapu sapu jantan.

Untuk koloni terkecil memiliki jumlah 1 ekor jantan dan 2 ekor betina yang dalam satu kali bertelur bisa menghasilkan antara 7 hingga 15 butir telur. Nantinya sapu sapu jantan akan mengerami telur sampai menetas dan menjaga anaknya hingga bisa berenang dan mencari makan sendiri. Sedangkan untuk proses berkembangbiak dari mulai telur hingga berukuran 5 cm, membutuhkan waktu setidaknya selama 6 bulan seperti cara budidaya ikan kornet.

Memilih Induk

Pemilihan induk dalam budidaya ikan air tawar sapu sapu hias ini sangatlah penting sebab akan menjadi penentu berhasil atau tidaknya pemijahan. Untuk itu, pilih induk yang sudah matang gonad. Sedangkan untuk membedakan induk jantan dan betina tidaklah terlalu sulit. Untuk sapu sapu hias jantan memiliki banyak detail di bagian kepala.

Sedangkan untuk kepala sapu sapu betina berbentuk bulat serta detail yang tidak sebanyak jantan. Sesudah itu, anda bisa melakukan pengolonian yakni 1 koloni pleco yang terdiri dari 1 ekor sapu sapu jantan dengan 2 hingga 5 ekor betina. Sesudah pasangan induk didapat, maka proses selanjutnya yakni pemijahan bisa dilakukan.

Memilih Tempat Budidaya

Untuk tempat budidaya ikan sapu sapu hias, pilih akuarium yang tepat dan bisa disesuaikan dengan ukuran ikan sapu sapu namun pastikan cukup luas dan memiliki area untuk tempat persembunyian.

Selain itu, akuarium harus memiliki filtrasi atau penyaringan dan juga aerasi sehingga dengan menambahkan saluran udara atau oksigen dalam air dan udara dengan cara menyemprotkan udara dengan baik akan memastikan ikan bisa tumbuh dengan sehat.

Pengisian Air Akuarium

Air yang sudah dimasukkan dalam akuarium harus dibiarkan lebih dulu selama semalam agar kaporit bisa mengendap pada bagian dasar akuarium berbeda dengan cara merawat ikan hias dalam toples.

Pastikan juga air dalam akuarium memiliki pH sekitar 6 hingga 7 dan temperatur antara 24 hingga 28 derajat celcius. Kemudian, masukkan air dalam akuarium secara perlahan hingga memenuhi 3/4 bagian dari akuarium.

Pemijahan

Untuk pemijahan sapu sapu hias bisa dilakukan dalam akuariun yang bagian dalamnya sudah disediakan substrat sesuai dengan jenis sapu sapu hias. Pastikan untuk menjaga kondisi air agar selalu bersih dan jernih yang bisa diganti setiap satu kali seminggu.

Umumnya, ikan sapu sapu ini akan memijah di minggu pertama yang kemudian akan dipindahkan dalam akuarium pemijahan. Jika pemijahan tidak terjadi, maka untuk proses memilih induk serta pemijahan bisa dilakukan kembali 1 bulan berikutnya.

Atur Pola Makan

Supaya proses pemijahan bisa berhasil, maka sebaiknya pijahkan induk dengan pola makan atau diet yang tepat dan teratur seperti cara memelihara ikan arwana. Diet ini berguna agar kebutuhan nutrisi ikan sapu sapu seperti vitamin. Diet ikan sapu sapu ini bisa dilakukan dengan cara mengkombinasikan pakan dasar dari segala jenis sayuran.

Sementara untuk ikan sapu sapu hias yang limnivora dan juga herbivora, maka diet ini tidak bisa diberikan sebab berbeda dengan ikan sapu sapu, maka jenis diet yang diterapkan juga akan berbeda tergantung dari jenisnya.

Mengatasi Penyakit

Ada dua jenis penyakit yang paling sering menyerang ikan sapu sapu hias yakni white spot yang bisa terlihat dari munculnya bercak putih di bagian tubuh ikan seperti yang sering terjadi dalam cara memelihara ikan koi.

untuk mengatasi white spot ini, anda bisa menjaga kualitas air, gunakan air yang sudah bisa dipastikan kebersihannya dan pakai methlyn biru dengan sesuai takaran.